oleh

Belum Setahun, Proyek Lapen Senilai 1,08 Milyar Rupiah di Kota Komba Alami Kerusakan

Borong-Urita.ID, Baru dikerjakan tahun lalu (2021 red.) kini kondisi Proyek peningkatan jalan lapisan penetrasi (Lapen) segmen Kakang-Simpang Mok-Simpang Metuk di Kecamatan Kota Komba, Kabupaten Manggarai Timur, NTT mengalami kerusakan parah di sejumlah titik.

Diketahui proyek ini, bersumber dari APBD 2021. Dikerjakan oleh CV Surya Mas dengan pagu anggaran sebesar Rp1.088.802.000.

Pantauan Urita.ID, Senin 24 Oktober 2022, jalan yang menghubungkan kampung Mbapo dan Kakang itu sudah terjadi kerusakan parah  di beberapa titik, misalnya, di Kampung Jere, Desa Lembur, terlihat kondisi material aspal sudah terkelupas.

Sebab, sebagian agregat, baik agregat kasar, kunci, dan penutup sudah terbongkar saat kendaraan roda dua dan roda empat melintasinya. Di beberapa titik, bagian tengah badan jalan pun terlihat moncong ke atas serta bergelombang. Kuat dugaan, penyiraman material aspal tidak merata, juga sangat tipis alias Mark Up.

Salah seorang warga, RA meminta Dinas PUPR Manggarai Timur untuk segera memerintahkan kontraktor pelaksana agar segera memperbaiki proyek tersebut.

Menurutnya, apabila Kepala Dinas PUPR Yosep Marto tidak mendesak kontraktor pelaksana maka kuat dugaan mereka telah kongkalikong.

“Kontraktor harus perbaik memang. Kalau Kadis Yosep Marto tidak perintahkan kontraktor pelaksana, berarti mereka sudah kongkalikong,” kata RA kepada wartawan saat ditemui di lokasi, Senin, 24 Oktober 2022.

Tak sampai disitu, RA juga mendesak Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Manggarai untuk mengaudit hasil pengerjaan proyek lapen tersebut.

“Kejari Manggarai juga jangan tutup mata, mereka harus proaktif. Harus segera audit kualitas proyek ini. Kami menduga proyek ini dinilai ajang korupsi,” tandas RA.

Menambah RA, YH, warga setempat kepada Urita.ID, mengatakan kualitas jalan yang dikerjakan oleh CV. Surya Mas tidak berkualitas. Hal itu, kata dia, terlihat dari beberapa kerusakan yang sangat para.

“Tikungan menuju jembatan ada rusak dan setelah jembatan, menuju kampung Kakang, sudah rusak para, padahal baru dikerjakan tahun lalu,” ungkap YH.

YH juga meminta pihak kepolisian tindak pidana korupsi untuk mengusut tuntas pengerjaan yang tidak berkualitas. Kata dia, kasihan APBD yang diluncurkan, namun tidak lama dimanfaatkan.

“Masa lebih berkualitas jalan Lapen dari dana desa, hampir 3 tahun, jalan desa di Kampung Jere masih sangat bagus. Padahal kalau di lihat dari pagu dana, dananya tidak sedikit, tapi tidak lama, rusak lagi,” tukasnya.

Dikonfirmasi Kontraktor CV Surya Mas, Blasius Dambur mengatakan pihaknya akan segera melakukan perbaikan. Sebab, kata dia, proyek milliaran tersebut masih dalam proses pemeliharaan.

“Kami siap perbaik. Karena memang itu masih pemeliharaan. Nanti saya pergi cek ke lokasi. Karena saat ini saya masih di Labuan Bajo,” kata Blasius Selasa (25/10/2022) siang.

Terkait tanggapan Kepala Dinas PUPR, Yos Marto, Urita.ID belum berhasil menghubunginya.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *