Berbahagialah Orang yang Kesukaannya adalah Taurat Tuhan

(Merenung Sejenak 23 Febuari
Kamis Sesudah Rabu Abu)

Urita.ID, Musa berkata kepada bangsanya, “Ingatlah aku menghadapkan kepadamu hari ini kehidupan dan keberuntungan, kematian dan kecelakaan, karena pada hari ini aku memerintahkan kepadamu untuk mengasihi Tuhan Allahmu, dengan hidup menurut jalan yang ditunjukkan-Nya dan berpegang pada perintah ketetapan dan peraturan-Nya, supaya engkau hidup dan bertambah banyak dan diberkati Tuhan..Aku memanggil langit dan bumi menjadi saksi terhadap kamu pada hari ini: kepadamu ku perhadapkan kehidupan dan kematian, berkat dan kutuk. Pilihlah kehidupan, supaya engkau hidup, baik engkau maupun keturunanmu, dengan mengasihi Tuhan, Allahmu, mendengar -kan suara-Nya dan berpaut pada-Nya. Sebab itu berarti hidup bagimu dan lanjut umurmu..
(Ul 30:15-20)

Berbahagialah orang yang kesukaannya adalah Taurat Tuhan, dan yang merenungkan Taurat itu siang dan malam. (Mzm 1:1a.2)

Yesus berkata “Anak Manusia harus menanggung banyak penderitaan dan di tolak oleh tua tua, imam kepala dan para ahli Taurat, lalu dibunuh dan dibangkitkan pada hari ke tiga. ” KataNya kepada mereka: “Setiap orang yang mau mengikuti Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya setiap hari dan mengikuti Aku”. Karena barangsiapa kehilangan nyawanya karena Aku, ia akan menyelamatkan nyawanya..(Lukas 9:22-25)

Musa berkata kepada bangsanya, supaya mereka memilih kehidupan dengan mengasihi Tuhan, mendengarkan suaraNya dan berpaut padaNya, agar menempati tanah yang dijanji kan oleh Tuhan. Yesus juga menegaskan kepada para murid-Nya; “Setiap orang yang mengikuti Aku, harus menyangkal dirinya, memikul salibnya setiap hari dan mengikuti Aku. Barangsiapa siapa kehilangan nyawanya karena Aku, ia akan menyelamatkannya.”

Saudara/i ku, “Setiap orang yang mengikuti Aku, harus menyangkal dirinya, memikul salib nya setiap hari dan mengikut Aku”. Tuntutan Yesus kepada para pengikut-Nya, termasuk kita semua, sepintas berat. Karena setiap orang yang mengikuti Yesus dibutuhkan keberanian.

Dan keberanian itu menuntut pengorbanan. Tetapi harus kita ikuti dan laksanakan terus menerus, karena Yesus juga memanggul salib, untuk menyelamatkan kita. Memikul salib kehidupan kita sehari-hari, baik dalam keluarga maupun pekerjaan.

Dengan siap memanggul salib hidup kita, berarti kita memilih kehidupan. Seperti dikatakan oleh Yesus sendiri: “Barangsiapa kehilangan nyawa nya karena Aku, ia akan menyelamatkannya.”

Dan kalau kita memilih kehidupan hendaknya melakukan seperti dikatakan Musa: yaitu “Mengasihi Tuhan, Allahmu, mendengarkan suara-Nya dan berpaut pada-Nya.”

Marilah kita mengasihi Tuhan, mendengarkan suara-Nya dan berpaut pada-Nya, walaupun kita harus menyangkal diri dan memikul salib setiap hari. Karena setiap orang yang menaruh kepercayaannya kepada Tuhan akan memperoleh kebahagiaan sekarang sampai selama lamanya.

Ya Allah, jiwailah tingkah laku kami dengan kehendak-Mu dan teguhkanlah dengan pertolongan-Mu, supaya segala sesuatu yang kami lakukan selalu berasal dari pada-Mu dan akhirnya mencapai kepenuhannya berkat rahmat-Mu. Amin.

Selamat Beraktivitas.
Tuhan Yesus Memberkati.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *