Bercengkrama dengan Ketua DPD Perindo Matim, Hendrikus Jehudin Garap Diskusi Tentang Kesederhanaan

Borong-Urita.ID, Masih ingatkan kisah tentang sanga petualang dari desa, Mantan Kades Hendrikus Jehudin yang bercita- cita menuju kota karang?

Rupanya ada langkah serius untuk menjadi pemikul aspirasi rakyat, oleh sang petualang dari desa. Setelah viral di media pemberitaan, Ia yang kerap disapa Hendrik itu kini semakin sering mendapat rindu untuk di kunjung dari penggemarnya.

Hendrik, meski baruh saja tiba, selesai perjalan jauh dari Manggarai barat, setiba di kediaman di Manggarai timur, ia tetap menyambangi kediaman ketua DPD Perindo Kabupaten Manggarai timur, Damu Damianus di Rujab Wakil Ketua DPRD Matim, Golo Lada, kelurahan Rana Loba Kecamatan Borong, sebagai kunjungan pertamanya.

Baginya, tak ada kata lelah, untuk mendapatkan do’a dan berbagai bentuk dukungan, meskipun perjalanan jauh, ia tetap semangat, menjemput hal baru dari Ketua DPD Perindo Matim, Damu Damianus.

Hendrik, yang meski hanya seorang mantan Kades, terpantau Urita.ID tampak semangat mendiskusikan tentang niat dan cita-citanya sebagai orang yang pernah hidup dan pernah memimpin di desa, dihadapan Ketua DPD Perindo Matim.

Menyambut kehadiran Hendrik sang petualang dari desa itu, Ketua DPD Perindo yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua II DPRD Matim itu mengapresiasi kehadiran Hendrik di kanca politik Pileg Provinsi NTT.

“Selamat datang, dan terima kasih telah hadir mengunjungi saya,” sambut Damu Damian sembari mempersilahkan Hendrik untuk duduk di salah satu kursi di ruang tamu, Rujab Golo Lada, Rabu, 14 Desember 2022 malam.

Masih dalam ruang diskusi meliputi warga desa, dalam suasana kekeluargaan, Ketua DPD Perindo Matim, Damu Damian itu tampak nyaman dan betah membawa Hendrik dalam suasana diskusi. Sebagai orang yang pernah berjuang dan berhasil membawa Perindo, Damu Damian, dihadapan Hendrik selalu menghadirkan kisah silam yang sederhana tapi memiliki nilai dan bermakna bagi orang lain.

Dalam diskusi itu, ia mengatakan langkah Hendrik sangat unik dan tepat untuk menjadi calon DPR Provinsi NTT. Kata dia tidak salah jika mendapatkan peluang dukungan dari komunitas para mantan Kades dan Kades.

Lebih lanjut, Damian menuturkan ada konsepkesederhanaan disana. Tetapi memang pemimpin di desa yang lebih kenal dengan warga desa.

“Tidak perlu yang mewah- mewah, sederhana saja. Kesederhanaan itu adalah sebuah kemenangan. Toh kita juga duduk menjadi DPRD karena kesederhanaan, dan kepekaan,” tutur Damian.

Lebih jauh, Damian mengatakan bahwa sejauh ini, ada beberapa calon DPR Provinsi yang sudah daftar di Perindo Matim. Mereka juga akan melakukan hal yang sama dengan Perindo Matim, yaitu pendekatan persuasis dan komunikasi.

Menambah hal itu, sebagai pendatang baru di kanca Pileg Provinsi NTT, Hendrik Jehudin, kepada urita.ID mengatakan, hidup ibarat wadah penyimpan air yang masih terisi setengah. Selalu merasa belum penuh, dan masih menerima masukan masukan, demi sesempurnaan.

“Harapan dari diskusi ini, Perindo Matim tidak kaget dan sedikit kenal nama kita. Tentu, sebagai orang Desa, kita memiliki etika yang baik. Apresiasi setinggi tingginya kepada Ketua DPD Perindo Matim yang bersedia membagi pengalaman, nasihat serta dukungan kepada kita, meskipun kita hanya seorang dari desa, ” tutur Hendrikus Jehudin penuh apresiasi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 komentar

  1. Mantap Abang, Pemimpin yg biasa² saja memberi tahu. Pemimpin yg baik menjelaskan. Pemimpin yg unggul mendemonstrasikan. Pemimpin yg hebat menginspirasi.
    Ini hanya ditemukan dlm Pemuda siap Peduli dan memiliki jiwa Kepemimpinan dan Membangun.
    ✊🏻✊🏻✊🏻