Bukti Keseriusan Polres Matim, Pelaku Kejahatan Seksual Dilimpahkan Ke JPU Kejari Manggarai, Ancaman Penjara 15 Tahun

BORONG-Urita.ID, Penyidik Unit Perlindungan Perempuan dan Aanak, Satreskrim Polres Manggarai Timur akhirnya melimpahkan tersangka PK ke Jaksa Penuntut Umum atau JPU Kejaksaan Negeri (Kejari) Manggarai.

Kepada JPU Kejari Manggarai, Pelimpahan tersangka K bersama barang bukti tersebut setelah berkas perkara kasus persetubuhan anak dibawa umur dinyatakan lengkap atau P21 oleh Jaksa Peneliti Kejari Manggarai.

Terkait hal tersebut, berhasil di konfirmasi Urita.ID, Kapolres Manggarai Timur AKBP I Ketut Widiarta, SH.,S.IK.,M.Si, membenarkan hal itu.

Kata Kapolres, unit PPA Satreskrim Polres Manggarai Timur telah menyerahkan tersangka dan barang bukti (Tahap II) kasus persetubuhan anak di bawah umur ke Kejaksaan Negeri Manggarai pada hari Rabu tanggal 23 November 2022.

“Proses Tahap II ini merupakan tindaklanjut setelah Berkas Perkara dinyatakan lengkap (P21) oleh Jaksa Peneliti Kejari Manggarai, ” tukas Kapolres kelahiran Bali itu.

Ia mengatakan, tindak pidana persetubuhan anak di bawah umur ini dilakukan oleh tersangka berinisial PK alias K terhadap korban yang berusia 4 tahun yang mana perbuatan persetubuhan dilakukan pelaku di kebun milik saudara F di Kecamatan Borong, kabupaten Manggarai Timur pada tanggal 16 September 2022 lalu.

“Tersangka PK alias K terbukti melanggar pasal 81 ayat (1) jo pasal 76 D atau Pasal 82 ayat (1) jo pasal 76 E UU nomor 17 tahun 2016 tentang penetapan PERPPU Nomor 1 tahun 2016 tentang perubahan kedua atas UU nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak menjadi undang-undang dengan ancaman Pidana 15 Tahun penjara, dan pada tanggal 21 November 2022 pihak kejaksaan Negeri manggarai telah menyatakan bahwa berkas perkara tersebut telah lengkap sehingga dapat dilakukan Tahap II Ke Kejaksaan Negeri Manggarai,”ungkapnya.

“Harapannya melalui penegakan hukum yang dilaksanakan ini, kasus persetubuhan anak dibawah umur di Kabupaten Manggarai Timur bisa berkurang, “tutupnya.

Pengungkapan kasus persetubuhan anak di bawah umur ini merupakan salah satu bukti keseriusan Polres Manggarai Timur dalam penanganan tindak pidana di wilayah Polres Manggarai Timur khususnya kasus persetubuhan anak di bawah umur.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *