Bupati Hery Nabit Buka Resmi Kegiatan Pelatihan Bahasa Jepang untuk Kelas Pekerja

Ruteng-Urita.ID, Bupati Manggarai Herybertus G.L. Nabit S.E.,M.A. resmi membuka kegiatan prlatihan bahasa jepang angkatan pertama bagi calon Pekerja migran indonesia Tujuan Jepang, bekerja sama dengan PT. Edigy Djaya Global di Aula SMPN 1 Ruteng, Kamis 01 Januari 2022.

Dalam sambutanya, Bupati Hery Nabit menyampaikan rasa sukurnya kepada Tuhan untuk kesempatan yang baik ini juga terima kasih kepada PT. Edigy Djaya Global kepada seluruh jajarannya yang membuka diri membagun komunikasi aktif diawal sehingga kita bisa berkomunikasi dengan baik. Juga berterima kasih dengan Kepala Bagian Kerjasama. Sehinngga, menurutnya, kerjasama itu bisa terwujud.

” Ini salah satu cara kita untuk membuka lapangan kerja bagi anak-anak kita karena lapangan kerja didalam makin terbatas disisi lain jumlah tenaga kerja kita, tenaga produktif kita kan makin besar, keterbatasan lapangan kerja ini juga karena pemerintah sendiri untuk pekerja pekerja di sektor pemerintah, kita tahu sudah makin jauh berkurang karena kondisi anggaran kita terbatas. Disektor swasta investasi belum bisa berjalan baik karena kondisi perekonomian kita, ” ujar Bupati Hery.

Ia lanjut mengatakan, untuk pekerja-pekerja di sektor pertanian, kita tahu lahan-lahan juga masih banyak belum dikerjakan tetapi kita tahu investasi untuk pembukaan lahan itu masih cukup mahal. Sementara itu, menurut dia, pemerintah sendiri terbatas masayarakat terbatas karena itu mencoba membuka ruang untuk bekerja sama dengan pihak lain pihak swasta dalam hal ini PT. Edigy Djaya Global.

Proses kerjasama yang terjadi melalui pelatihan bahwa Jepang melibatkan 43 Orang peserta calon yang akan diberangkatkan ke Jepang. Hal tersebut di sampaikn oleh PLT Dinas Tenaga Kerja Dan Koperasi Manggarai Frederikus I Jenarut.

“Harapanya bahwa 43 ini bisa lulus interview, sehingga diproses berangkat ke Jepang, kalaupun ini dalam perjalanan kita bisa berangkatkan kita bersyukur itu karena ini menjadi pioner untuk masyarakat manggarai yang lainnya,” Ungkap Frederikus.

Dikatan Frederikus, terkait 43 orang yang mau diberangkatkan ke jepang ini sebagiannya sudah menikah sesuai arahan dari Bupati. Artinya, kata dia, yang sudah menikah untuk tetap mempersipakan diri.

” Bagaimana kalau istrinya yang berangkat, suaminya harus tahu dan bagaimana cara berkomunikasi dengan keluaraga maupun anak-anak apabila salah satu di berangkatkan ke Jepang,” imbuhnya lagi.

Terkait pemutusan kontrak, menurutnya, kerja di luar negeri ini selalu dibawah naungan PP2MI. Kontrak kerja itu selalu 5 tahun. Ia mengatakan pihak pemeritah belum melihat bagaimana kondisinya apabila putus kontrak ditengah masa kerja. tetapi tanggungjawab pemerintah pusat. PP2MI apabila ada ada yang di pulangkan itu menjadi tanggung jawab negara apa lagi pekerja yang mengalami musibah atau hal-hal lainnya.

“Kita tidak seperti itu, tapi kita akan bantu menfasilitasi kalau mereka memang harus pulang,” Tutupnya.

Untuk diketahui, turut hadir dalam kegiatan ini Bupati Manggarai, PLT dinas Koperasi dan Tenaga Kerja, Kabag Kerja Sama Setda Kabupaten Manggarai, Perwakilan Dari Dinas PPO, Direktur PT. Edigy Djaya Global, serta Kepala Sekolah SMP Negeri 1 Ruteng dan jajaran.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *