oleh

Di TTS, Gubernur NTT,VBL Serukan Penanganan Stunting

TTS -Urita.ID, Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) meminta para Bupati atau Walikota se-NTT untuk serius terhadap penanganan stunting melalui program penanganan stunting bagi Balita dan Ibu Hamil. Hal itu disampaikannya pada saat melakukan pertemuan bersama Bupati dan Walikota Se-Provinsi NTT dalam Rapat Percepatan Penanganan Stunting pada Selasa (01/11/2022) yang diselenggarakan di Aula Kantor Bupati Timor Tengah Selatan.

“Kita harus totalitas dan komitnen dalam membangun generasi masa depan. Maka perlu untuk melakukan sensus bagi setiap anak yang mengalami stunting sehingga kita punya data dan masalahnya dimana. Pendataan tersebut yakni dimulai dari nama anak, alamat dan data orang tua anak yang lengkap agar setiap dana yang telah dianggarkan dapat disalurkan tepat sasaran sehingga memiliki output yang jelas dalam pembangunan manusia. Sensus ini juga langkah awal untuk intervensi dalam penanganan stunting untuk diketahui data stunting dari berat dan tinggi anak agar dapat ditentukan langkah awal dan program penanganan,” ujar Gubernur.

“Saat ini data stunting kita turun mencapai 17,7% , diharapkan tahun depan akan mencapai single digit jika kita memberikan perhatian khusus untuk mengintervensi tiga Kabupaten yang memiliki angka stunting paling tinggi yakni Kabupaten Timor Tengah Selatan (28,3%) , Kabupaten Timor Tengah Utara (24,4%) dan Kabupaten Sumba Barat Daya (24,3%) serta Kabupaten lainnya dengan pola yang baik untuk menekan angka stunting untuk terus turun,” ungkapnya.

Ia menambahkan, Penanganan anak stunting ini dapat dilakukan dengan memberikan perhatian berupa gizi yang cukup bagi anak, tempat tinggal dan sanitasinya. Diharapkan kedepannya angka stunting ini tidak bertambah lagi dengan melakukan pola yang baik seperti melakukan pendataan Ibu hamil disetiap desa,” kata Gubernur.

Gubernur menjelaskan, penyaluran makanan kepada anak yang mengalami stuntingg harus diperhatikan dengan baik dan mengontrol pola makan dari anak, oleh sebab itu diperlukan kolaborasi dari semua unsur agar dapat mencapai single digit dan untuk Kabupaten yang single digit tetap fokus agar angkanya tidak naik.
Saya harap dalam rapat koordinasi hari ini dapat merumuskan dan lebih menukik lagi terhadap kerja-kerja kita yang lebih baik dengan cara memastikan semua anak stunting dapat ditangani langsung dan dapat didokumentasikan melalui video, mendata semua Ibu hamil di desa dan dilaporkan lama kehamilan serta memastikan tempat anak stunting dapat ditimbang dan diukur dengan alat yang sesuai dengan standar. Semua kabupaten telah bekerja keras karena adanya grafik penurunan angka stunting sekitar 5 sampai 7 persen, namun diperlukan inovasi dan terobosan yang lebih agar kita dapat mencapai angka 10%,” panjangnya.

Bupati Timor Tengah Selatan Egusem Pieter Tahun, ST, MM, menjelaskan Pemerintah Kabupaten TTS juga terus bekerja keras dalam enangananan stunting. “Saat ini kami juga sedang gencar pada program TJPS untuk dapat menyuplai makanan yang memadai bagi orang tua dan khususnya anak-anak yang mengalami stunding,” ungkap Bupati TTS.

Wakil Bupati Timor Tengah Utara Drs. Eusabius Binsasi, mengatakan bahwa Upaya Pemerintah dalam penanganan stunting yaitu dengan membrikan kesadaran kepada masyarakat bahwa stunting adalah masalah bersama dan semua elemen masyarakat.

“Upaya telah kami lakukan di Kabupaten TUU adalah mewajibkan Bupati, Wakil Bupati dan semua pimpinan OPD menjadi bapak angkat stunting di semua kecamatan dan kita bersama semua Kepala Desa bekerja sama melakukan edukasi kepada masyarakat untuk menurunkan angka stunting dan kedepannya kami akan berkolaborasi dengan para pimpinan agama dan BUMN, BUMD untuk turut terlibat dalam penanganan stunting, dan melalui upaya ini diharapkan angka stunting di Kabupaten TTU akan turun menjadi 10%. Untuk pendataan Ibu hamil telah kami sampaikan kepada setiap kepala desa untuk dilakukan,” Eusabius.

Wakil Bupati Rote Ndao Stefanus M. Saek, S.E., M.Si. bahwa menjelaskan, Dalam intervensi terhadap pencegahan stunting, Pemerintah Kabupaten Rote Ndao melakukan upaya kunjung rumah Ibu hamil oleh tenaga kesehatan dan setiap rumah Ibu hamil di beri tanda bendera. “kemudian kami membuat terobosan baru dalam pemberian PMT kepada anak yang mengalami stunting sehingga saat ini kami membuat PMT makanan tambahan dalam bentuk kemasan yakni abon ikan telur dan pisang untuk selanjutnya didistribusikan kepada Ibu hamil dan anak stunting dan saat ini kami optimis bahwa di Tahun 2023 akan ada penurunan stunting yg drastis,” ujar Stefanus.

Diakhir Rapat kerja ini juga dilaksanakan penyerahan penghargaan berupa laptop kepada 10 Kabupaten terbaik berdasarkan hasil penilai kinerja kovergensi aksi 1-8 Tahun 2021. Percepatan Penurunan Stunting di Provinsi NTT yakni Kabupaten Nagekeo, Kabupaten Rote Ndao, Kabupaten Sumba Barat, Kabupaten Belu, Kabupaten Ende, Kabupaten Ngada, Kabupaten Manggarai Timur, Kabupaten Kupang, Kabupaten Sikka dan Kabupaten Flores Timur dan Penghargaan kepada 21 Kabupaten yang telah mengikuti penilaian kinerja konvergensi percepatan penurunan stunting di Provinsi NTT aksi 1-8 Tahun 2021 dan Penghargaan kepada Kota Kupang Kabupaten yang telah mengikuti penilaian kinerja konvergensi percepatan penurunan stunting di Provinsi NTT aksi 1-8 Tahun 2021

Demikian Siaran Pers ini dibuat untuk dipublikasikan. Video selengkapnya dapat disaksikan melalui channel youtube Biro Administrasi Pimpinan Setda Provinsi NTT.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *