Diduga Keracunan Makanan, Puluhan Warga Lamba Leda, Dilarikan ke Rumah Sakit, Satu Meninggal Dunia

Borong-Urita.ID, Puluhan warga Kampung Watu Pajung, Desa Compang Deru, Kecamatan Lamba Leda Kabupaten Manggarai timur dilarikan ke Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Benteng Jawa setelah menggelar acara sambut baru.

Namun, Otoritas setempat belum dapat memastikan penyakit apa yang menyerang warga tersebut hingga menyebabkan satu orang meninggal dunia pada Senin, 31/10/2022 ( 23:50 ) WITA.

Dikutip dari beritakan.com, Camat Lamba Leda, Longginus Rohos, mengatakan, wabah tersebut mulai muncul sejak hari Senin 31/10/2022.

Dirinya baru mengetahui adanya informasi ini setelah ada laporan tentang warga yang meninggal dunia.

“Info sementara, 24 Orang dirawat di Puskesmas Benteng Jawa, dari 24 itu, 1 Orang meninggal dunia atas nama Sabinus Dansi, warga kampung Watu Pajung, Ia meninggal sekitar pukul 23:50 WITA. 3 Orang dirawat di Puskesmas Bea Muring, 2 Orang di Puskesmas Mano, 5 Orang di Puskesmas Weleng, ” katanya mengutip britakan.com.

Saat disinggung penyebap karena keracunan atau diare, Camat Longginus menegaskan, belum bisa memastikan.

“Belum pasti. Banyak yang mengalami muntah dan berak, ada juga yang hanya muntah,” tandasnya seperti yang dikutip dari Britakan.com.

Kejadian tersebut mendapat sorotan dari Dinas kesehatan kabupaten Manggarai timur. Seperti yang di lansir dari Floreseditorial.com, Kepala dinas Kesehatan melalui sekretaris dinas kesehatan kabupaten Manggarai Timur, Pranata Kristiani Agas menjelaskan, informasi awal yang diterima dinas kesehatan, kuat dugaan puluhan orang ini mengalami keracunan makan di salah satu tempat hajatanhajatan pernikahan.

Ia menjelaskan, saat ini pihaknya telah mengerahkan 1 unit ambulance dan perlengkapan obat – obatan.

“Manakala dibutuhkan, kami akan segera menambah tenaga nakes untuk membackup puskesmas benteng Jawa,” katanya melansir floreseditorial.com.

Ia mengatakan agar bisa mengetahui penyebab diare masal di wilayah tersebut, pihaknya akan melakukan penyelidikan epidemiologi di lokasi kegiatan.

“Saat ini kita sudah melakukan pengamanan sampel makanan dan akan diperiksa di labkes kupang,” tukasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *