Digitalisasi Pendidikan Berbasis CBT Hadir di SMPN 4 Langke Rembong

Manggarai-Urita.ID, Penggunaan teknologi saat ini sudah semakin canggih. Hampir semua pelajar tidak lagi gagap teknologi (gaptek) terhadap kecanggihan teknologi, khususnya penggunaan gadget. SMPN 4 Langke Rembong Kelurahan Wali Kecamatan Langke Rembong Kabupaten Manggarai Flores NTT, tidak mau ketinggalan Seluruh siswanya selama 1 minggu ke depan mulai Senin (17/10/2022) kemarin mengikuti ujian sumatif berbasis CBT (computer basic test).

“Hari ini kami melaksanakan Ujian sumatif dengan menggunakan aplikasi CBT Exam Browser yang terhubung ke Google Form yang sedikit banyak hampir sama seperti ujian ANBK,” ujar Febriansyah,S.Pd.Gr kepada media ini, kamis(20/10/2022).

Di tempat yang sama, Febriansyah selaku guru mata pelajaran SBK menjelaskan bahwa Ini merupakan kali pertama bagi siswa-siswi kelas 8 SMPN 4 Langke Rembong mengikuti ujian dengan aplikasi baru yaitu CBT yang dimana sebelumnya mereka menggunakan aplikasi lama yaitu Aplikasi Edmodo.

“Kedua aplikasi ini sama-sama bertujuan untuk E-learning dan ujian. Aplikasi Edmodo itu itu sebenarnya sudah bagus tetapi dengan berjalannya waktu ternyata deplopernya tutup, jadi kami diminta untuk melakukan pembayaran(prabayar),” sambungnya.

Dijelaskannya, untuk mensiasati itu, mereka berkordinasi dengan Bapak pimpinan untuk mengganti aplikasi Edmodo sebelumnya dan beralih ke apikasi CBT.

Menambah apa yang disampaikan Febriansyah, Antonius Paulo Riberu,S.Pd.Gr, yang merupakan guru mata pelajaran Bahasa Inggris sekaligus Koordinator pelaksanaan Ujian ini menambahkan bahwa sekolah SMPN 4 Langke Rembong menggunakan aplikasi CBT yang berbasis AKM ini karena tuntutan ujian sekarang memang harus ujian berbasis AKM.

“Ujian berbasis teknologi yang menggunakan perangkat komputer atupun HP Android sebenarnya sudah harus dijalankan karena tujuan kami melatih siswa agar mereka tidak asing dengan penggunaan teknologi pembelajaran,” ungkap Paulo Riberu.

Dijelaskan Paulo bahwa ada beberapa kendala yang dihadapi tetapi beberapa hari ini bisa diatasi namun ada beberapa kendala yang bersifat teknis yg mungkin perlu penanganan lebih lanjut kedepannya.

Terkait pengguna aplikasi, Albina Maksina Jelita(Putri), salah satu siswa peserta ujian ini mengaku senang dengan penggunaan aplikasi CBT ini.

“Saya sangat senang dengan aplikasi baru ini walaupun tadi agak terkendala di jaringan. Kami bisa fokus pada soal yang tertera di layar HP dan Siswa tidak bisa berbuat curang, karena jika digunakan untuk membuka jendela baru, otomatis akan log out dan tidak bisa tangkap layar,” ujar Putri.

Terpisah, Drs. Resman Wenseslaus Yan selaku Kepala Sekolah(kepsek) SMPN 4 Langke Rembong menambahkan bahwa di era digital ini walaupun pandemi sudah berlalu tetapi sekolah atau dunia pendididikan tetap menciptakan karya inovatif salah satunya adalah peralihan dari aplikasi Edmodo ke aplikasi CBT yang berbasis AKM.

“Ujian berbasis teknologi yang menggunakan perangkat komputer atupun HP Android ini bertujuan agar para Peserta didik familyar dengan teknologi sehingga tidak asing bagi mereka ketika mereka melanjutkan pendididikan ke jenjang yang lebih tinggi”, tukas Wenseslaus.

Mengenai anggaran Wenseslaus menjelaskan bahwa sekolah sudah menyiapkan anggaran dana BOS yang digunakan untuk mengatasi kendala yang dialami selama beberapa hari ini.

“Agak lelet atau masih sedikit maka sebelum ujian semester yang akan datang sekolah bisa membeli server yang kekuatannya yang kekuatannya lebih besar”, ungkap Wenseslaus.

Wenseslaus juga menambahkan terkait Persiapan yang dilakukan pihaknya hingga berjalannya ujian ini.

“Kami memulai dari kegiatan mempersiapkan jaringan server dan link, kemudian merancang dan mempelajari semua alurnya lalu dilanjutkan dengan sosialisasi kepada guru-guru sampai pada uji coba dari pagi sampe sore selama 2 hari. Kemudian setelah guru memahami bagamana menginput soal dan sebagainya dilanjutkan dengan proses menginput soal yang sudah disusun oleh Guru Mata Pelajaran,” jelas Wenseslaus.

Sementara untuk persiapan siswa dijelaskan Wensislaus bahwa selama pembelajaran tatap muka siswa-siswi diberi penguatan-penguatan materi esensial dari guru-guru dilanjutkan dengan sosialisasi serta pelaksanaan uji coba ujian dengan menggunakan aplikasi CBT ini.

Di samping itu, Wenseslaus menambahkan, untuk memfasilitasi pelaksanaan uji sekolah memfasilitasi dengan menyediakan WIFI dan serta Komputer sekolah untuk mengatasi siswa yang tidak punya HP atau kuota internet.

“Ujian berbasis Teknologi informatika menggunakan HP Android, jadi kebijakan yang saya ambil untuk siswa-siswi tidak punya HP android kedepan harapannya di ujian semester 6 nanti harus punya karena kedepannya HP tentunya akan terus dibutuhkan,” tutupnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *