Dituding Berzinah dengan Kades Bamo, Putra Kandung MYZ: Itu Tidak Benar, Malam Itu Kami Sama- sama dengan Mama

Borong-Urita.ID, Tudingan perzinaan kepada MYZ(39) warga kampung Watu Nggong Kelurahan Tanah Rata Kecamatan Kota komba Kabupaten Manggarai timur Flores NTT bersama Salah seorang Kepala Desa NN pada 4 Januari 2023 lalu, dinilai tidak benar.

Hal itu diungkapkan oleh kedua anak kandung MYZ setelah berhasil ditemui media ini, Selasa 10 Januari 2023, pukul 14.30 wita di salah satu tempat.

Belum lama ini kabar viral menyelimuti ruang publik terkait dugaan penggerebekan terhadap seorang oknum kepala desa, NN dengan seorang ibu rumah tangga MYZ di kediamannya di watu nggoong kelurahan Tanah rata, kecamatan Kota Komba, Kabupaten Manggarai timur NTT pada 4 Januari 2023.

JT, Putra ke-dua MYZ menepis tudingan itu. JT yang juga putra ke dua dari seorang Ibu rumah tangga yang dituding berzina mengaku pada saat malam kejadian tudingan penggerebekan, dirinya bersama adik laki-lakinya yang nomor tiga sedang tidur bersama ibundanya.

“Malam itu kami sedang tidur. Saya, adik saya yang nomor tiga, teman saya dan mama sedang tidur di kamar keluarga. Bapak saya, tidur di kamar belakang, kamar khusus, karena Bapak alami sakit kelumpuhan semenjak kecelakaan sepeda motor beberapa tahun lalu, ” tukas JT.

Ia yang kini duduk di bangku kelas dua SMK itu lebih lanjut mengatakan bahwa Kades NN semenjak setahun lalu mengontrak kamar bagian depan. Ia mengaku pada malam kejadian, Kades NN sedang tidur di kamar bagian depan yang ia kontrak.

“Malam itu, pada saat kami sedang tidur, Kira-kira pukul 11 lewat, tiba tiba terdengar ada suara dobrakan rumah dan banyak orang masuk kedalam rumah. Ada beberapa orang termasuk bapak kecil saya saudara kandung dari bapak bersama anaknya datang kedalam kamar. Mereka mencekik mama. Saya melihat secara jelas, mereka ribut dan pada saat itu sebagai seorang anak kandung kami berdua dengan adik saya dan teman menyaksikan itu. Sedih pak. Mama kami dihantam, tumbuk pakai kursi di dahinya oleh seorang saudari sepupu saya, putri dari saudara bapak saya. Mama saya dianiaya Pak, kami disandra didalam kamar tidak di ijin keluar dari kamar, ” ungkap JT sambil membendung air mata.

Lebih lanjut ia mengatakan, sementara pada saat yang sama, Tamu (Pak Kades NN) yang sedang tidur di kamar depan, di bangun oleh mereka salu di arahkan ke ruang tamu. “Sedangkan Bapak saya ada di kamar belakang, mereka bawa ke ruangan dapur, sedih sekali pak,” kisah JT mengaduh dengan ibah.

Terkait kejadian yang menyeret mental anak-anak itu, JT sebagai seorang anak kandung dari ibundanya yang dituding dengan hal yang tidak berdasar cukup menyita mental JT. Ia mengaku semenjak kejadian itu, ia kerap merasa malu dan enggan bergaul dengan teman teman sekolahnya, karena malu atas kejadian yang menimpahnya.

” Saya kadang menangis ingat mama saya pak, malu dengan teman teman di sekolah. Tudingan dan informasi berita yang tidak sesuai dengan fakta itu membuat saya dan adik saya malu pak. Pada hal pada saat itu kami ada dan sedang tidur dengan mama kami(MYZ) di kamar. Soal perzinaan, itu tidak benar,” ungkap JT bersedih.

Sementara itu, menambah apa yang disampaikan JT, FJT adik kandung JT, mengatakan selain JT putra nomor dua, didalam kamar yang sama, juga ada putra nomor tiga pasangan RT dan MYZ yakni FJT.

Berhasil diwawancarai media ini, FJT (12) putra nomor tiga pasangan suami istri RT dan MYZ, kepada media ini mengatakan bahwa tudingan perzinaan terhadap ibundanya MYZ dan Kades NN itu tidak benar.

“Saya malam itu tidur di kamar bersama kaka saya, mama dan teman dari kaka. Bapa ada di kamar belakang. Pada saat kejadian di serang itu, kami sedang tidur. Om Ramba (nama panggilan Kades NN) ada di kamar depan. Setelah mereka (pelaku penyerangan) berhasil mendobrak rumah, mereka mengeluarkan om Ramba dari kamarnya, kami masih di dalam kamar keluarga kami, dan mereka menganiaya mama saya, ” ungkap FJT.

FJT, yang kini berusia dua belas tahun dengan dengan nada datar mengisahkan, pada saat ibunda mereka terluka di bagian dahi, lalu lari menerobos penyanderaan itu untuk minta pertolongan warga sekitar.

“Melihat mama berlari sambil bersimbah darah di kepalanya kena hantaman kursi dari salah seorang pelaku, saya langsung mengikuti mama untuk mencari pertolongan. Setelah warga sekitar datang membantu kami, dan ada anggota polisi yaitu Pak Bayu, Babinmas yang datang, akhirnya kami kembali ke rumah, ” Kisah FJT.

Ia mengaku dirinya merasa sedih, jengkel dan kecewa atas kejadian yang terjadi. Ia, dengan lugunya mengatakan bahwa tidak ada perzinaan.

“Itu tidak benar pak. Saya sering tidur dengan mama. Kasihan mama saya, dia di tuding,” tutur Bocah polos itu.

Saat ditanya, FJT mengaku semenjak kejadian nahas itu enggan bersekolah. Hal itu kata dia dikarenakan rumah, pakaian sekolah masih di rumah dan tidak bisa pulang.

” Kami tidak bisa pulang rumah, masih di rumah keluarga. Kami takut. Tidak semangat ke sekolah, malu, karena berita beredar, mama saya di tuding, ” Ungkapnya lagi.

Terkait Kades NN, FJT mengaku sudah dianggap sebagai keluarga. Sudah lama berkontrak di rumah atas ijin Bapaknya, RT.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *