Tak Hanya di Tuding Berzinah dengan Kades, MYZ Dianiaya Pelaku Penyerangan di Dalam Kamar

Borong-Urita.ID, Ibarat pepatah mengatakan ” Sudah jatuh, tertimpah tangga”. Hal demikianlah yang terjadi dengan Maria Yanti Zakaria (39) warga asal kampung Watu Nggong Kelurahan Tanah rata kecamatan Kota komba Kabupaten Manggarai timur, Flores Provinsi NTT.

Bagai mana tidak, seorang ibu rumah tangga beranak lima, telah mendapat perlakuan yang sangat keji terhadap dirinya oleh pelaku.

Ibu Maria Yanti Zakaria, istri dari seorang mantan anggota polisi air, RT, selain mendapat tudingan melakukan perzinaan dengan seorang Kades, ia juga dianiaya secara brutal di dalam kamar sementara sedang tidur bersama anak anaknya.

Hal itu yang disampaikan Maria Yanti Zakaria saat di temui media ini di rumah keluarganya pada selasa 10 Januari 2023 pukul 12.30 wita.

Maria, kepada Urita.ID mengatakan bahwa dirinya dituding dengan tuduhan yang tidak berpri kemanusiaan oleh pelaku penyerangan yang terjadi pada 4 Januari 2023 lalu.

“Kejadian malam itu, kami sekeluarga sedang tidur malam. Suami saya di kamar belakang, suami saya minta tidur di kamar belakang karena keadaan sakit lumpuh, dia berkamar kecil didalam. Saya dan anak-anak tudur di dalam kamar keluarga dan tamu (Kades NN) di kamar yang ia kontrak bagian depan,” aku Maria.

Sementara tidur, lanjutnya, kami di serang dengan berdalil gerebek berzinah, anak- anak tahu secara jelas kejadian itu. Lanjutnya, itu tudingan yang sangat memalukan oleh pelaku yang diduga dipimpin oleh Bone Lando, saudara (adik dari suami MYZ).

” Malam itu, kami sedang tidur, tiba tiba sekelompok orang mendobrak rumah kami. Ada yang menuju kamar, tempat saya dan anak-anak saya tidur. Saya melihat ada saudara Kon, Nyoman, Ancung, Debi, Bone dan Kaludia yang jaga di depan pintu kamar namanya Ran. Mereka menyerang kami yang sedang tidur. Karena saya bertanyabertanya tentang maksud dari kehadiran mereka, salah satu dari pelaku penyerangan, yakni Klaudia, anak dari Saudara Bone menghantam saya menggunakan kursi. Hal itu yang membuat dahi saya berdarah,” tutur Maria.

Melihat darah berceceran di kepala, ia mengaku, dirinya langsung menerobos pelaku yang tengah menghalangi pintu kamar dan lari keluar rumah meminta pertolongan warga sekitar.

Penganiayaan yang terjadi, kata Maria, sering juga dilakukan oleh Saudara Bone Lando. Kata dia hal serupa juga pernah terjadi pada tahun 2020 lalu.

Ibu beranak lima yang malang itu mengaku pernah dianiaya oleh salah satu pelaku yang sama yakni Bone Lando, adik kandung suaminya pada tahun 2020 lalu yang berujung di Polres Manggarai timur.

” Pada tahun 2020 lalu, Saudara Bone pernah melakukan penganiayaan terhadap saya di luar rumah. Saat itu sampai di Kantor Polres Manggarai timur. Pada saat itu, saya masih ingat, yang tangani khusus itu adalah anggota polisi Ibu Niken dan Pa Mat. Pada satu itu khasusnya belum selesai dan hilang, kini mereka berulah lagi, ” terang Ibu malang itu.

Atas kejadian penyerangan dan penganiayaan terhadap dirinya itu pada 04 Januari 2023 lalu, dirinya sudah melaporkan kepada pihak kapolres Manggarai timur secara resmi dengan bukti surat tanda penerimaan laporan bernomorbernomor: STPM/05/1/2023/SPKT POLRES MANGGARAI TIMUR/POLDA NTT., di tandatangani oleh petugas kepolisian Bripda Armando Nino pada tanggal 04 Januari 2023.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *